PHM Terima Sertifikasi ISO 37001 Sistem Manajemen Anti Penyuapan
JAKARTA, 26
Februari 2020 - PT Pertamina Hulu Mahakam (PHM), operator Wilayah Kerja (WK)
Mahakam, dengan dukungan SKK Migas dan PT Pertamina Hulu Indonesia selaku induk
perusahaan, telah memperoleh sertifikat ISO 37001 Sistem Manajemen Anti
Penyuapan (SMAP) dari TUV Nord Indonesia, yakni sebuah lembaga sertifikasi
internasional, pada 14 Februari 2020. PHM merupakan salah satu unit usaha PT
Pertamina (Persero) yang telah memperoleh sertifikasi ISO 37001 untuk seluruh
kegiatan operasinya.
Direktur Utama
PHM, Eko Agus Sardjono, menyambut gembira sertifikasi ISO 37001 untuk PHM ini,
karena di situ terdapat berbagai landasan bertindak bagi karyawan dan seluruh
mitra kerja perusahaan agar terhindar dari tindak pidana korupsi maupun
penyuapan. “Sertifikasi ISO 37001 SMAP merupakan wujud kepatuhan dalam
menjalankan bisnis yang profesional, sekaligus melengkapi program kepatuhan
yang selama ini telah dijalankan,” kata Eko Agus.
Upaya PHM untuk
mendapatkan sertifikasi ini merupakan bentuk pelaksanaan Surat Edaran
Kementerian BUMN No SE-2/MBU/07/2019 dan Surat SKKMIGAS
No.0989/SKKMA0000/2018/S0 yang mengimbau semua BUMN pada umumnya, dan Kontraktor
Kontrak Kerja Sama (KKKS) pada khususnya, untuk mengambil langkah-langkah anti
penyuapan.
Dalam proses
untuk mendapatkan Sertifikasi ISO 37001 ini manajemen PHM membentuk tim FKAP
(Fungsi Kepatuhan Anti Penyuapan) pada tanggal 31 Juli 2019. Tim ini terdiri
dari beberapa fungsi, yaitu: Ethics & Compliance, Human Resources, Contract
& Procurement, Communication, dan Finance. Tim ini bertugas untuk
memperkuat komitmen PHM terhadap etika dan program kepatuhan melalui penerapan
kebijakan dan prosedur yang tepat, pelatihan, dan komunikasi.
ISO 37001
mengenai SMAP adalah standar yang menjadi panduan bagi organisasi publik,
swasta dan nirlaba untuk mengambil langkah-langkah preventif guna mencegah,
mendeteksi, maupun mengatasi penyuapan yang mungkin terjadi di lingkungan
perusahaan. Sistem ini dapat berdiri sendiri atau dapat diintegrasikan ke dalam
sistem manajemen secara keseluruhan.phm/awiposkotakaltimnews.com